Menu

INFO :

"Membangun Kebersamaan, Memantapkan Komitmen" - ”Penerimaan Dan Pemberian Pungli Dikenakan Pidana Sesuai Dengan UU No. 31/1999 juncto UU No.20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi” - “Pastikan Pelayanan Kami Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme” - "Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta telah ditetapkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)"

Berita Kanwil Terkini

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Tim Futsal "Kumham DKI FC" : Buka Puasa Bersama

23-07-2014 Hits:10

Tim Futsal "Kumham DKI FC" : Buka Puasa Bersama

Bulan Ramadhan bagi ummat Islam seluruh dunia merupakan bulan yang ditunggu-tunggu, bulan penuh berkah, bulan  kesempatan terbaik untuk beramal, bulan... Selengkapnya

Pengumuman perihal tidak adanya Program Insentif Hak Kekayaan Intelekt…

23-07-2014 Hits:6

Sehubungan dengan adanya penghematan dan pemotongan belanja Kementerian/Lembaga berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2014 tentang Langkah-Langkah penghematan dan pemotongan... Selengkapnya

Festival Kreatif (FESRA): Hasil Karya Narapidana Indonesia, Napi Craf…

14-07-2014 Hits:37

Festival  Kreatif (FESRA): Hasil Karya Narapidana Indonesia, Napi Craft 2014

Jakarta_info – Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara tidak membuat warga binaan pemasyarakatan (WBP) berkecil hati dalam menyalurkan kreatifitasnya, terbukti... Selengkapnya

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Notaris dan Pewarganegaraan

10-07-2014 Hits:77

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Notaris dan Pewarganegaraan

Jakarta - Info, Kamis (10/07) Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Luluk... Selengkapnya

Audiensi Kakanwil dengan Walikota Jakarta Utara : Mencari Solusi Perma…

10-07-2014 Hits:72

Audiensi Kakanwil dengan Walikota Jakarta Utara : Mencari Solusi Permasalahan

Jakarta_info – Agar tetap berjalannya kinerja pelayanan dan administrasi pada Kantor Imigrasi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI... Selengkapnya

banner lpse

rubrik-konsultasi-hukum

Info CPNS DKI Jakarta
Sepintas memang tak ada yang berbeda dari peserta upacara pembukaan Raimuna Pemasyarakatan 2011 yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur pada Selasa (12/4). Dengan berbaris rapi dan mengenakan seragam pramuka lengkap, para peserta perkemahan ini terlihat khusyuk mendengarkan hymne pramuka.

Namun, siapa sangka jika setengah peserta yang berdiri di tengah lapangan dan mengikuti kegiatan perkemahan dalam lingkup area Jawa dan Bali ini adalah para narapidana (napi). Kegiatan perkemahan yang mengikutsertakan 150 napi dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Bali ini berhasil mendapatkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Raimuna pemasyarakatan ini merupakan kegiatan pertama yang digelar dengan mengikutsertakan narapidana di alam bebas dalam lingkup nasional, bahkan internasional. Program unggulan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) ini rencananya diselenggarakan mulai 12-14 April.

Raimuna merupakan kata dari Papua yang memiliki arti tempat berkumpulnya kepala suku di Papua untuk bermusyawarah. "Kegiatan ini diselenggarakan untuk menunjukkan kepada masyarakat adanya pembinaan kepada para narapidana berupa pramuka," ujar Arief Dwi Meiwanto, humas Kemenkumham Kanwil DKI. Acara yang diadakan pun beragam, di antaranya outbound, pelatihan baris-berbaris, dan ketangkasan.

Menurut Sihabudin, kepala Divisi Pemasyarakatan, hampir sebagian besar napi mengikuti acara ini. Upacara pembukaan ini dimeriahkan dengan berbagai acara persembahan dari para napi baik pria maupun wanita. Para napi dengan umur 16 hingga 25 tahun ini menunjukkan keterampilan dalam menari, marawis, dan lakon drama dengan tajuk "Ibu Pertiwi".

Untuk pengamanan, di sekitar area perkemahan dipasang garis polisi dan dijaga ketat oleh pasukan satuan tugas (satgas). Pasukan pengamanan tersebut mendirikan tenda di belakang tenda para napi. "Setiap lapas mengirimkan pasukan satuan tugas (satgas) untuk berjaga-jaga di sekitar tenda," ujar Sihabudin.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Untung Sugiyono, mewakili Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk membina mental dan watak agar para napi dapat berdiri sendiri ketika kembali ke masyarakat. "Mereka berhak mendapatkan pembinaan rohani maupun jasmani, memperoleh informasi dan pendidikan, serta diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri," ujar Untung.

Dasar dari pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya MOU yang disepakati oleh Menkumham dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) pada 17 Desember 2009 dalam pembinaan generasi muda di lapas dengan gerakan pramuka. Selain itu, Untung berharap agar pembinaan yang dilakukan lapas dapat meminimalisasi kemungkinan diulangnya tindak pidana oleh pada napi.

Nur Hasan, salah satu peserta dari Rutan Salemba, mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan perkemahan ini. "Terasa sekali bedanya berada di rutan dan di alam terbuka seperti ini," ujarnya dengan raut sumringah. 

sumber: http://republika.co.id:8080/koran/0/133087/150_Napi_Ikuti_Raimuna_Pemasyarakatan_2011

galeri-video-icon