Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

ID EN

Bapas Timur Rakor Input Smsgateway SDP

Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Timur Utara mendapat kunjungan dari Sri Zumaeriyah, Bc.IP,S.H, M.Si selaku Kasubdit Datin beserta rekan-rekan dari Subdirektorat Data dan Informasi Ditjen PAS, Selasa (19/02) dalam rangka rapat koordinasi pelaksanaan penginputan data SMS Gateway maupun SDP. Kunjungan tersebut disambut baik oleh Yuliawan Dwi Nugroho, A.Md.IP, S.Sos, M.Si selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha beserta pejabat struktural dan operator SDP Bapas Kelas I Jakarta Timur-Utara.

Rapat Koordinasi dilaksanakan dengan diskusi tentang permasalahan dan kendala yang dihadapi Bapas Kelas I Jakarta Timur-Utara dalam penginputan data SMS Gateway maupun SDP. Adapun kendala yang dihadapi disampaikan oleh Mohamad Royan selaku salah satu operator SDP Bapas Kelas I Jakarta Timur-Utara, antara lain :

  1. Fitur Sidang TPP tidak berjalan
  2. Fitur Penyelesaian Litmas belum di input
  3. Fitur Sidik jari tidak berjalan
  4. Fitur Litmas belum sepenuhnya digunakan, aplikasi penginputan litmas tidak bisa karena ada beberapa kolom di Litmas tidak memadai (berbeda kolom)
  5. Register ada kendala input untuk klien anak tidak bisa disimpan
  6. Foto dan ciri-ciri seperti tato dan tindik ketika disimpan dan ditampilkan yang muncul adalah foto orang lain
  7. Masalah teknis, hanya sebatas jaringan lokal di dalam ruang database yang terhubung ke server sehingga belum terkoneksi ke PC/ Laptop masing-masing PK

Beberapa kendala tersebut sedang diupayakan untuk diselesaikan oleh Tim dari Subdirektorat Data dan Informasi Ditjen PAS. Sri Zumaeriyah juga menyampaikan untuk menguatkan sebaiknya membuat SK yang berisi 1 (satu) orang operator SDP, Pejabat Eselon IV/V sebagai Verifikator dan Kepala Bapas sebagai Penanggungjawab. “Ketika ada kendala mengenai SDP maka operator harus melaporkan ke Verifikator dan Verifikator meneruskan ke Kepala Bapas untuk memerintahkan membuat surat ke Ditjen PAS, sehingga kendala dapat segera terselesaikan” ujar Sri Zumaeriyah.
Terakhir beliau juga berpesan untuk memaksimalkan aplikasi Sumaker di UPT. “Kementerian kita sudah melaksanakan e-government, jadi sebaiknya mulai sekarang kita harus bisa menggunakan aplikasi Sumaker secara maksimal” pesan Sri Zumaeriyah.

 

Berita dan foto: Nila Oktaviani, Sigit Prayitno, Bapas Kelas I Jakarta Timur