Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Timur-Utara mendapat kunjungan dari Departemen Pemasyarakatan Belanda sebanyak 6 (enam) orang Selasa (25/6). Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan dari kunjungan Menteri Hukum dan HAM beserta rombongan pada bulan Februari 2019 lalu ke Departemen Pemasyarakatan Belanda. Tujuan kunjungan untuk membangun diskusi terkait dengan Manajemen Pemasyarakatan, penerapan kerja sosial dan sanksi kriminal lainnya antar kedua negara, sekaligus untuk membangun basis kerja sama menguntungkan antar kedua belah pihak. Delegasi Belanda yang berkunjung sebanyak 6 (enam) orang sebagai berikut :

  1. Anne-Marie Bruist : Head of the delegation from Reclassering Netherland (Netherland Probation Service)
  2. Ferry Van Aagten : Pejabat Bapas Belanda
  3. Linda Biesot : Pejabat Bapas Belanda               
  4. Arjan Zemann : Hoge School Saxion
  5. Paul Nijman : Hugo School Saxon
  6. Adeline Tibakweitira : Project Manager CILC.
2019 06 27 Bapas timur delegasi Belanda 8 2019 06 27 Bapas timur delegasi Belanda 10

                                                 Sambutan Kabapas Jakarta Timur-Utara                                                                                     Sambutan Mrs. Anne-Marie Bruist

“Terima kasih atas kepercayaan dari Direktorat Pemasyarakatan, menjadikan Bapas Jakarta Timur Utara sebagai tempat untuk berbagi dengan teman-teman dari Belanda. Semoga melalui kegiatan ini menjadi langkah positif dan memberikan inovasi bagi kami Bapas Jakarta Timur-Utara serta institusi Pemasyarakatan maupun Dirjen Belanda dalam menyikapi permasalahan di masing-masing negara.” ujar Nety Saraswaty selaku Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Timur-Utara memberikan sambutan atas kedatangan para delegasi dari Belanda tersebut.

Anne-Marie Bruist selaku Head of the delegation from Reclassering Netherland (Netherland Probation Service) juga memberikan sambutannya. “Kami merupakan organisasi yang independent, terhubung dengan kementerian dan mendapat dukungan dana dari kementerian tersebut, yang bertugas mengawasi dari awal hingga akhir dijatuhkan putusan terhadap terdakwa, serta mendampingi dan memberikan supervisi/ pengawasan terhadap pelaku.”

Selain kedatangan delegasi Belanda, juga ada perwakilan dari Hoge School Saxion dan Hugo School Saxon  dimana mereka memberikan kontribusi kepada organisasi dan berbagi tentang permasalahan hukum dengan organisasi.

2019 06 27 Bapas timur delegasi Belanda 1

2019 06 27 Bapas timur delegasi Belanda 6 2019 06 27 Bapas timur delegasi Belanda 9

 

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi tentang Bapas Jakarta Timur-Utara oleh Galih Rakasiwi selaku Kasubsi Bimkemas Bimbingan Klien Dewasa dan presentasi oleh  Ferry Van Aagten dan Linda Biesot selaku Pejabat Bapas Belanda, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi.

Isi diskusi antara lain :

1. Di Indonesia Pembimbing Kemasyarakatan mendampingi perkara sejak awal diduga melakukan tindak pidana sampai terdapat keputusan, bagaimana di sana?

Jawab : hanya mendampingi dan memberikan supervisi/ pengawasan terhadap pelaku

2. Apakah di Belanda juga membuat Litmas untuk membebaskan narapidana sebelum waktunya?

Jawab : Sebenarnya hampir mirip, namanya Management Resiko
3. Apa saran dari Anda untuk Pemasyarakatan di Indonesia?

Jawab :  -  Melakukan perubahan atas KUHP

            -  Meningkatkan kecakapan dari pihak Pembimbing Kemasyarakatan untuk membuat pelaku berpikir kritis apa yang bisa dilakukannya di masyarakat (merubah motivasi pelaku dari dalam diri)

4. Menghukum tidak banyak membantu untuk narapidana, apa hal lain yang harus dilakukan?

Jawab : Menggunakan sanksi alternatif lain, tidak harus dipenjarakan, sebagai contoh bisa dilakukan pengawasan dengan pemasangan alat GPS.

2019 06 27 Bapas timur delegasi Belanda 7