Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

ID EN

2016 10 02 study banding rehabilitasi lapas narkotika 3

Jakarta_Info_UPT, Rehabilitasi Narkoba adalah sebuah kegiatan ataupun proses untuk membantu para penderita untuk mencapai kemampuan fisik psikologis, dan sosial yang maksimal. Bahwa Rehabilitasi suatu program yang dijalankan Lapas Narkotika Jakarta berguna untuk membantu memulihkan orang yang memiliki ketergantungan terhadap narkoba, tidak hanya memerlukan tindakan medis khusus, tetapi juga membutuhkan sikap simpatik.

Disini kita harus melakukan pendekatan yang akan membantu penderita untuk mengatasi gangguan dan menyadarkan potensi maksimal mereka tentang kehidupan di dunia luar yang nyata.

Jenis pendakatan ini semakin dikenal dan membuat rehabilitasi menjadi bidang khusus yang terpisah. Waktu yang akan dijalankan untuk rehabilitasi juga menentukan perbedaan perawatan antar penderita, program yang sangat bermanfaat bagi para penderita di tahap awal, khususnya bagi pasien yang kecanduan atau addiction.

Penderita yang direhabilitasi biasanya menderita rendah diri atau kurangnya pandangan positif terhadap kehidupan, dan oleh sebab itu psikologi dalam terapi ini memainkan peranan yang besar dalam program rehabilitasi.

Ada tiga kelompok pengguna narkoba di kalangan narapidana di Indonesia, yakni life style yang diakibatkan pergaulan, pengedar karena keuntungan dari transaksi narkoba yang menggiurkan, dan kelompok bermasalah yang menyelesaikan masalahnya dengan menggunakan narkoba

Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Jakarta menerima kedatangan kunjungan kedinasan dari 33 (tiga puluh tiga) Kepala Bidang Keamanan, Kesehatan, Perawatan Narapidana / Tahanan dan Pengelolaan Basan dan Baran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM seluruh Indonesia, Kamis (29/09).

2016 10 02 study banding rehabilitasi lapas narkotika 133 peserta melakukan studi banding ke Lapas Narkotika Jakarta, dengan didampingi tim dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). Rombongan yang tiba di Lapas Narkotika Jakarta Pukul 08.30 Wib, yang disambut langsung oleh Kalapas Narkotika Jakarta, Andika Dwi Prasetya.

"Ucapan terima kasih atas terpilihnya Lapas Narkotika Jakarta sebagai Lokasi Studi Banding program rehabilitasi WBP penyalahguna Narkotika" disampaikan Kalapas Narkotika Jakarta dalam sambutannya pada pembukaan acara studi banding yang dilaksanakan di Gedung Dua Lapas Sustik Jakarta, Kamis (29/09).

2016 10 02 study banding rehabilitasi lapas narkotika 2

METODE TERAPI KOMUNITAS (THERAPEUTIC COMMUNITY) adalah metode yang dilaksanakan oleh Lapas narkotika Jakarta dalam upaya merehabilitasi para penderita yang ketergantungan narkoba selama berada didalam pembinaan Lapas Narkotika Jakarta.

Teori yang mendasari metode Therapeutic Community adalah pendekatan behavioral dimana berlaku sistem reward (penghargaan/penguatan) dan punishment (hukuman) dalam mengubah suatu perilaku. Selain itu digunakan juga pendekatan kelompok, dimana sebuah kelompok dijadikan suatu media untuk mengubah suatu perilaku.

Konsep Therapeutic Community yaitu menolong diri sendiri, yang dapat dilakukan dengan adanya keyakinan bahwa :
1. Setiap orang bisa berubah ;
2. Kelompok bisa mendukung untuk berubah ;
3. Setiap individu harus bertanggung jawab ;
4. Program terstruktur dapat menyediakan lingkungan aman dan kondusif bagi perubahan ; dan
5. Adanya partisipasi aktif dari para petugas, keluarga dan lingkungan terhadap para penderita.
 
Kedudukan petugas Lembaga Pemasyarakatan disini hanyalah sebagai pengawas, yang mengawasi program pelaksanaan rehabilitasi (Therapeutic Community). Kategori struktur program utama dari Therapeutic Community, terdiri dari 4 (empat), yaitu :
a. Behaviour management shaping (Pembentukan tingkah laku)
Perubahan perilaku yang diarahkan pada kemampuan untuk mengelola kehidupannya sehingga terbentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai, norma – norma kehidupan masyarakat.
b. Emotional and psychological (Pengendalian emosi dan psikologi)
Perubahan perilaku yang diarahkan pada peningkatan kemampuan penyesuaian diri secara emosional dan psikologis.
c. Intellectual and spiritual (Pengembangan pemikiran dan kerohanian)
Perubahan perilaku yang diarahkan pada peningkatan aspek pengetahuan, nilai – nilai spiritual, moral dan etika, sehingga mampu menghadapi dan mengatasi tugas – tugas kehidupannya maupun permasalahan yang belum terselesaikan.
d. Vocational and survival (Keterampilan kerja dan keterampilan bersosial serta bertahan hidup)
Perubahan perilaku yang diarahkan pada peningkatan kemampuan dan keterampilan residen yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan tugastugas sehari – hari maupun masalah dalam kehidupannya

Amrulah, selaku tim pendamping dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyampaikan "Bahwa studi banding ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan koordinasi dan konsultasi terkait program rehabilitasi warga binaan pemasyarakatan di Lapas Narkotika Jakarta.

Usai pemaparan program rehabilitasi yang juga diisi dengan sesi tanya jawab, para peserta di ajak Tour ke area kelas program rehabilitasi, Blok Hunian peserta rehabilitasi, Balai Latihan Kerja, Dapur, dan Poliklinik.

Kontributor : Budi Leksono
Edit : Daniel