Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

ID EN

2018 103 lpp ujian komputer 3

  

Jakarta.kemenkumham.go.id - Selasa (02/10/2018) Menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Jakarta tidak membuat warga binaan kehilangan hak nya untuk mendapatkan pendidikan. Pasalnya, 17 orang warga binaan berhasil mendapatkan sertifikat lulus ujian komputer dari hasil kursus komputer yang telah mereka pelajari selama dua bulan, Selasa (2/10).

Lapas Perempuan Jakarta menyediakan wadah bagi warga binaan untuk menempuh pendidikan yang terorganisir dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Pada kegiatan ini, warga binaan dapat mempelajari berbagai macam mata pelajaran. Tahun ini, untuk pertama kalinya, PKBM memberikan kursus komputer kepada warga binaan untuk menambah keahlian mereka di bidang teknologi. Selama dua bulan, mereka dilatih untuk bisa mengoperasikan Microsofot Word yang merupakan dasar dalam komputerisasi. Hasilnya, bagi yang bisa menjalankan komputer dengan baik, diberikan sertifikat yang dapat berguna ketika mereka bebas nanti.

“Dengan diberikannya sertifikat ini, semoga dapat menambah semangat anak-anak dalam menuntut ilmu. Saya berharap mereka menekuni ini dan tidak ada lagi yang bermalas-malasan di blok.” Ucap Yuli Niartini, Ka Lapas Perempuan Jakarta.

PKBM sendiri bekerja sama dengan Tim Tangan Pengharapan dalam memberikan pendidikan kepada warga binaan. Dalam pelaksaannya, Tangan Pengharapan dengan sukarela mengajar warga binaan yang mengikuti kursus komputer. “Bangga sama mereka semua karena masih mau tetap sekolah dan ikutin semua kegiatan tanpa mengenal batas usia.” Ujar Trifosa, Pengajar dari Tim Tangan Pengharapan

2018 103 lpp ujian komputer 2

 Kegiatan PKBM berlangsung di tiap minggunya. Untuk kursus komputer sendiri hanya diberikan pelatihan seminggu sekali. Meski demikian, tidak mematahkan semangat warga binaan untuk terus belajar. “Karena saya sempat putus sekolah jadi udah lupa pakai komputer. Senang banget di sini bisa dilatih lagi jadi nanti pas saya keluar udah bisa gunainnya.” Seru Santi, warga binaan yang juga mendapatkan sertifikat komputer. Ia berharap, ke depannya ada penambahan komputer untuk memaksimalkan kegiatan belajar mereka. Pasalnya, komputer yang ada tidak sesuai dengan jumlah pelajar. “Yang ikut kursus kan lebih dari 20 orang tapi komputer Cuma ada 5 jadi kita harus gantian pakai. Semoga nanti bisa ditambahin lagi biar kita makin semangat.” Harapnya.