Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

ID EN

2019 01 21 LPP Paduan Suara 2Jakarta.kemenkumham.go.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Jakarta tidak henti-hentinya menggali potensi yang dimiliki oleh warga binaannya. Setelah sebelumnya berhasil menciptakan penari-penari unggul, kini Lapas Perempuan Jakarta mulai merambah dunia tarik suara dengan membentuk Tim Paduan Suara, Jumat (11/01).

Tim yang diikuti oleh 50 orang warga binaan ini dipilih melalui proses seleksi yang cukup ketat. Tak hanya harus memiliki suara yang bagus, peserta juga mesti berpenampilan energik serta mempunyai keinginan belajar yang tinggi. “Tim ini nantinya akan sering tampil entah di dalam maupun di luar lapas maka dari itu tak hanya kualitas suara, faktor lain juga harus digali.” Ujar Kepala Lapas, Yuli Niartini yang terjun langsung saat audisi. Menurutnya, dengan adanya kegiatan ini maka akan banyak ilmu yang didapat oleh warga binaan.

“Ini kan kegiatan positif ya, jadi pasti banyak ilmu yang bermanfaat untuk mereka. Apalagi dengan adanya paduan suara, mereka akan lebih banyak waktu untuk latihan sehingga bisa membunuh waktu di sini.” Tambahnya. Dilatih Oleh Warga Binaannya Sendiri

Tim besutan Kalapas ini nantinya akan dilatih oleh warga binaan yang mumpuni di bidangnya. Yaitu Debora, Warga Binaan yang divonis Seumur Hidup. Dengan vonisnya yang tinggi, tidak mengecilkan hatinya untuk terus berprestasi. “Saya senang melatih temen-temen di sini, ilmu saya jadinya gak tumpul dan bisa saya bagikan ke mereka jadinya bermanfaat untuk semua,” Ungkapnya. Debora merupakan mantan guru Private di salah satu tempat les vokal di Jakarta. Melihat jam terbangnya yang tinggi, ia dipercaya untuk melatih teman sejawatnya. Ia pun memiliki harapan yang besar terhadap teman-temannya dan bertekad menjadikan tim paduan suara ini memiliki kualitas yang bagus.

“Nantinya saya akan buat tim ini beda dari choir biasanya. Gak akan saya bikin monoton. Pokoknya saya akan pakai pengalaman di luar untuk diterapin di sini agar kualitas kita jauh lebih bagus dari choir yang lain.” Harapnya.